Link Terkait

DISCOVER BANYUWANGI

12 MILIAR RUPIAH DANA DESA MASIH PARKIR DI KAS DAERAH

BPMPD | 04-11-2015

Hingga akhir bulan Oktober 2015 ini, transfer bantuan Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) ke kas daerah sudah mencapai 47,9 miliar Rupiah. Walau sudah masuk 47,9 miliar Rupiah, tapi terserap ke rekening kas Desa baru sekitar 74,31% atau sekitar 35,6 miliar Rupiah.

Kepala BPM & Pemdes Bapak Dr. Suyanto Waspo Tondo, mengatakan pada tahun 2015 APBN mengalokasikan DD untuk Banyuwangi sebesar 59,8 miliar Rupiah untuk dibagi ke 189 Desa. "Kita sudah mendapat transfer dua kali denga total 47,9 miliar Rupiah. Tahap pertama pada April dan tahap kedua akhir Juni 2015 lalu. Tahap ketiga akan cair pda bulan November ini" tandas beliau. Beliau juga menjelaskan, Dana Dsa ini sengaja diberikan Pemerintah pusat lewat APBD untuk medukung pembangunan Desa agar kuat dan mandiri. Sesuai peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 05 Tahun 2015 tentang penetapan prioritas pembangunan Dana Desa, Dana Desa bisa digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan Desa. "Selain itu, juga untuk pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat," ujar beliau.

Pada pencairan tahap pertama yang sebesar 23,95 miliar Rupiah telah terserap 98,66%. Pencairan tersebut dilakukan oleh 187 Desa." Pada tahap pertama hanya dua Desa yang belum mencairkan, yakni Dsa Tamansuruh Kec. Glagah dan Desa Kandangan Kec. Pesanggaran. Desa Tamansuruh terkendala aparat Desa yang sakit, sedangkan Desa Kandangan karena masih ada masalah antara Pemerintahan Desa dan BPD." ujar Bapak yang akrab disapa Pak Yayan ini.

Tahap kedua yang totalnya 23,95 miliar Rupiah baru terserap 49,96% atau 11,96 miliar Rupiah. Hanya 95 Desa yang baru mencairkan. "Sebagian besar Desa yang belum mencairkan karena terkendala belum selesainya surat pertanggungjawaban  tahap pertama. Sehingga mereka tidak bisa menyerap dana ini. Untuk mengatasi berbagai kendala dalam pencairan Dana Desa tersebut, BPM & Pemdes Kab. Banyuwangi membuka klinik konsultasi. Di klinik tersebut, para Aparat Desa bisa berkonsultasi seputar dana Desa mulai proses pencairan, tata cara penatausahaan, dan pelaporan Dana Desa.

Penggunaan Dana Desa tersebut, tidak boleh tumpang tindih dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD 61,9 miliar Rupiah untuk 189 Desa. 60% ADD digunakan untuk penghasilan tetap aparat Desa. Sisanya 40% masih dibagi lagi, yakni 50% untuk operasional Pemerintahan Desa dan selebihnya untuk pemberdayaan masyarakat (DD diperuntukkan untuk pembangunan fisik, sedangkan ADD bisa digunakan untuk modal usaha dan pemberdayaan masyarakat). 

Untuk memastikan Dana Desa dialokasikan dengan tepat, Pemkab. Banyuwangi membuat e-Monitoring System, dalam sistem tersebut setiap program pembangunan fisik Desa difoto lalu di unggah (upload). koordinat lokasi pembangunannya pun diunggah ke website yang ditentukan agar bisa dipantau langsung melalui google map. (Sumber: Radar Banyuwangi 04 Nopember 2015)

 


© 2017
Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Banyuwangi
JL. Adi Sucipto No. 53 Telp. 0333-424972, 424445 Fax. 0333-415318